π–£₯ Oblation Lunch [Deviation] π–£₯
Episode 01 Season 02


✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦Pagi hari, dirimu membuka mata perlahan. Suara hiruk pikuk orang yang sedang beraktivitas dari lantai bawah telah membangunkanmu. Kau bangkit, dan duduk di ujung tempat tidur, mengucek matamu yang masih mengantuk."Ugh.. Apa nih pagi-pagi.."Dirimu turun dari kasurmu lalu berjalan menuju jendela. Kau mengeluarkan kepalamu dari jendela dan melihat ke bawah. Tampak Joshua dan Cinder yang sedang membuat sesuatu. Kau menutup mulutmu menggunakan tangan, menyembunyikan kuapan kecilmu.Cinder menyadari dirimu yang sedang melihat ke arah mereka berdua, ia mendongak ke atas dan melambaikan tangannya ke arahmu sambil tersenyumβ€œHeh? Kamu sedang melambaikan tangan ke siapa?”Tanya Joshua yang tengah mematahkan sebuah kayu kecil. Cinder menoleh ke Joshua dan menunjuk ke atas. Joshua ikut mendingak ke atas, melihat apa yang ditunjuk oleh Cinder"Wah ternyata anak muda ini sudah bangun ya. Halo, selamat pagi! Turunlah!" Ujar Joshua dengan bersemangat.Ia menyuruh mu untuk menghampirinya dan Cinder di bawah. Kau mengangguk dan menghela nafas, lalu menutup jendela kamarmu dengan kain gorden. Kau segera merapikan tempat tidurmu lalu mempersiapkan diri untuk menemui Joshua dan Cinder.Setelah selesai berbenah, kau pun pergi menghampiri mereka berdua.✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦Sesampainya dirimu di tempat Joshua dan Cinder berada..."Nih sarapanmu."Joshua melemparkan sebungkus roti ke arahmu dan kau menangkapnya. Kau menatap roti yang ada di tanganmu itu lalu menatap ke arah Joshua dan Cinder. Saat ini Cinder tengah menonton Joshua yang sangat fokus mematahkan beberapa kayu kecil.’Apa yang sedang dia lakukan?’Kau mulai membuka bungkusan roti itu, lalu memakan rotinya hingga habis tak bersisa. Dirimu juga ikut lihat kerjaan si Joshua. Hanya ada keheningan di antara kalian dan kau sudah tak tahan lagi.Kau meremas sampah bungkus roti yang ada ditanganmu dan mulai membuka mulut untuk bertanya kepadanya"Bolehkah saya bert-""Oh tanya tentang apa yang ku lakukan sekarang? Atau ada dimana Phentam?"Tiba-tiba Joshua juga mengeluarkan suaranya dan memotong pertanyaan mu tersebut. Kau terdiam seketika. Joshua melihat kearahmu dan tampaknya dia menunggu jawabanmu. Dirimu cuma terdiam melihat ke arah Joshua."Kalau penasaran silahkan saja bertanya.." Ucap Joshua sambil melanjutkan memotong kayu yang ukurannya sedikit lebih besar ketimbang batang kayu yang sebelumnyaβ€œDimana Phentam? Kenapa cuma kalian berdua disini?”"Peduli banget dengan Phentam ya.. Well, tidak usah khawatir. Dia sedang mengerjakan tugasnya di perpustakaan pribadi miliknya" Jawab Joshua."Saya sarankan jangan ganggu dia ketika berkerja, fufu dia bakalan langsung menodongkan belatinya padamu dan ingin membunuhmu secara instan" Ujar Cinder sambil tertawa kecil.β€œPft, siapa tahu dia juga akan menggantung kepalamu di pintu gerbang setelahnya ahaha” tambah Joshua, ikut tertawaDirimu yang mendengarnya pun langsung merinding. Kenapa mereka bisa tertawa dengan candaan yang seperti itu… atau mungkin bukan bercanda?β€œβ€¦β€
Kau pun terdiam.
Tiba-tiba Joshua memberikan kayu berbentuk salib dengan sudut yang tajam. Sebuah bentuk yang kurang lazim untuk digunakan sebagai sebuah senjata, apakah ini sejenis penyelamatan apa bagaiamana?β€œUh… apa ini?” Tanyamu gugup.Kau sedikit ragu untuk menerimanya. Joshua tidak menjawab pertanyaanmu, ia hanya memberikan sebuah tatapan yang membuat dirimu merasa tidak nyaman.Rasanya seperti sebuah perintah untuk dilaksanakan dan bila tidak dikerjakan, akan berakibat buruk. Akhirnya kau melawan rasa keraguanmu itu dan menyimpan kayu berbentuk salib tersebut di kantongmu.Tatapan Joshua pun kembali normal, kau tertegun dan ia tersenyum ke arahmu.β€œEnaknya kita kemana ya… Hmm…”Joshua membersihkan sisa serbuk dan serpihan kayu yang menempel pada pakaiannya lalu memikirkan ingin melakukan apa sehabis ini. Dirimu diam saja, tidak ingin mengeluarkan penndapat. Tampaknya kau masih merasa sedikit canggung dengan keadaan saat iniβ€œAh! Ayok ke kota!” ajak JoshuaKau sebenarnya merasa bimbang dengan ajakan Joshua, namun tak ada salahnya juga sesekali pergi ke kota bersama. Apalagi dirimu penasaran, bagaimana keadaan kota setelah kejadian yang lalu. Setelah memikirkannya sejenak, kau memutuskan untuk menerima ajakan Joshua.Apakah Cinder juga akan ikut? Sayangnya tidak. Cinder saat ini tidak bisa ikut berjalan-jalan bersamamu dikarenakan ia juga harus mengurus tugasnya sendiri. Kau mengangguk paham, lalu kau dan Joshua pun mulai berangkat menuju Claarmord City.✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦

✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦Sesampainya di kota,Keadaan kota tersebut sangat ramai. Kau melihat ke kanan ke kiri, mengamati orang-orang yang sedang berlalu lalang, pengunjung yang tengah menikmati waktu wisatanya dan sebagainya. Kau sedang memperhatikan suasana dalam kota… Kota ini hidup sekaliβ€¦β€œGimana? Indah bukan?”Terlena oleh lamunanmu yang sedang fokus memperhatikan sekitar, kau tersentak kaget ketika Joshua tiba-tiba saja bertanya kepadamuβ€œAh, iya indah kok” jawabmu sedikit menganggukkan kepala.β€œOh iya, kita mau kemana?” Tanyamuβ€œHm.. ya mungkin ke suatu tempat yang menurutmu ini cukup aneh ahaha.”Joshua mempercepat langkah kakinya, Kau langsung menyusul Joshua, sedikit berlari kecil agar tak tertinggal. Lagi-lagi kau menatap punggung pria berambut biru yang ada di hadapanmu itu.Kau penasaran dengan jawaban yang diberikan oleh Joshua barusan, sebernanya mau kemana? Tidak lama kemudian, kalian berdua akhirnya telah sampai di tempat tujuan. Kau mengejapkan matamu. Tempat tujuannya adalah sebuah…. Grocery Storeβ€œErrhh.. disini?” Tanyamu yang sedikit kebingunganβ€œHahaha betul! Indah bukan?” sahut Joshua dengan nada senang,β€œHee…” Kau semakin kebingungan dengan situasi yang terjadi saat ini

β€œHm Hm. Jangan anggap remeh tempat ini, dah sana beli bahan makananmu masing-masing, nanti kita akan masak bareng untuk menu makan siang nanti. Dan ini seperti β€˜misi’ pertamamu dariku, bahaha maka dirimu tetap harus hati-hati dalam memilih” Ucap Joshua dengan nada sedikit bermain-main.Kau menggaruk pipimu yang tidak gatal, dan menganggukkan kepala terhadap perkataan Joshua. Joshua benar, memilih bahan makanan sendiri bisa melatih kejelian mata dan mengasah kemampuan kita dalam melakukan penilaian. Kau harus memilih bahan makanan yang segar✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦"Terserah mau beli apa, tidak usah dibayar" ucap Joshua"Anu, Tuan, apakah kita nyolong?""Bodoh, saya yang membayar""O-oh! Oke, aha maaf" ucapmu canggung dan mulai memilih bahan.Kau tampak sedikit kebingungan dengan kriteria yang bagaimanakah bahan-bahan yang ada di hadapanmu tersebut termasuk ke dalam kelompok yang segar atau tidaj. Dan apa yang akan kalian masak nantinya?Joshua juga tak banyak membantu mu dan hanya membiarkan dirimu untuk memilih bahan masakannya saja. Syukurlah semua ini gratis, setidaknya pria berambut biru itu dapat membantumu dari segi finansial.Di tengah dilema memilih bahan masakan, ada seseorang muncul di belakang kalian berdua. Dengan suara ketusnya, ia berbicara,"Apa yang sedang kalian berdua lakukan di sini?"Joshua berbalik dan melambai ke arah orang tersebut, kau pun ikut menoleh. Ya... Tentu saja dia pasti ada di sini, ia adalah..."Hai-hai~ ada tamu yang datang nih" sapa JoshuaKau menatap canggung orang yang ada di belakang kalian berdua. Geh, wajahnya tampak jutek seperti biasa. Kau pun membalikkan badanmu, menghadap orang tersebut."Kupikir siapa orang bodoh yang mondar-mandir tidak jelas, kebingungan berbelanja di sini" orang tersebut menyilangkan tangannya"Ternyata kau sedang membawa mereka berbelanja huh? Joshua" ucapnya"Ahahah, benar sekali. Biar mereka ada pekerjaan loh " Joshua menepuk tangan"Hm. Daripada berleha-leha, bermalasan di tempat tidur mereka, ini lebih bagus. Meningkatkan skill penilaian" Orang tersebut mengangguk pelan ke Joshua."Wah, seorang Phentam kelihatan banget sifat gurunya ya" Joshua terkekeh"SAYA BUKAN!" Sanggah Phentamβ—ˆ ━━━━━━━ βΈ™ ━━━━━━━ β—ˆSelagi Phentam sedang menggerutu kesal dengan ucapan Joshua, kau pun berbisik kepada Joshua"Ah, tuan Joshua""Hm? Ada apa?""Tidak ada, mengapa tuan Neil datang berkunjung?""Ntahlah, padahal aku tidak mengundangnya" Joshua tersenyun ke arahmu"Lucu sekali, apa saya perlu diundang untuk menginjakkan kaki di kota ini? Saya sedang berpatroli dan panggil saya dengan nama Phentam" ketus Phentam, ia mengarahkan pandangannya ke arahmu"Baik, Phentam" ucapmu singkat."Di lihat dari wajah kalian, sepertinya kalian tidak tau sedang melakukan apa""Hanya membeli beberapa barang saja kok" jelas Joshua."Hehe.. beberapa bahan masakan saja. Untuk dimasak nanti" kau tertawa canggung"Ah, jadi... Mengapa Tuan Phentam berpatroli ke sini? Apakah ada misi?" Tanyamu"Apa yang aku lakukan, tidak ada hubungannya denganmu, bila memang benar itu misi, itu bukan urusanmu. Selesaikan saja misimu kali ini" Jawab Phentam"Ah, oke... Kalau begitu, permisi.."Kau menganggukkan kepalamu dan kembali fokus memilih bahan yang akan kau masak nantinya. Joshua dan Phentam sempat berbincang sebentar, lalu sesekali Joshua dan Phentam berkomentar tentang pemikiranmu.Tampaknya perairan sedang tidak bagus, jadi kau harus memilih bahan masakanmu dengan hati-hati agar tidak salah mengambil yang telah terkontaminasi. Kau merasa sedikit bimbang dengan pilihanmu, tapi dengan yakin kau memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam keranjang belanjaanmu.Phentam melirik jam saku nya sebentar, lalu berdecak kesal. Ia pamit pergi. Kau mengangguk dan melambaikan tanganβ—ˆ ━━━━━━━ βΈ™ ━━━━━━━ β—ˆAkhirnya kau telah selesai membeli bahan makanan yang akan dirimu masak nantinya. Pertemuan yang tidak terduga dengan Phentam sempat mendistraksi fokusmu dalam memilih bahan, namun itu hanyalah pertemuan singkat yang biasa.Joshua pun mengajakmu untuk kembali pulang ke gedung utara. Joshua membantumu mengangkat bahan makanan yang telah dirimu beli tadi. Kau agak sungkan, namun Joshua tetap memaksa, jadi kau pun membungkuk sedikit, berterima kasih.Sepanjang perjalanan tidak ada yang aneh, aman dan terkendali, hanya seperti hari-hari biasa✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦Sesampainya di Gedung tersebut, kedatangan kalian berdua disambut oleh Cinder yang sedang membereskan buku dan dokumen lama. Kau membalas sambutan tersebut sambil membungkukkan badanmu. Kau melihat seluruh tugas yang dikerjakan oleh Cinder, banyak sekali.β€œApa yang dirimu tunggu? Mari ikuti saya” ujar JoshuaKau hendak membantu Cinder, namun ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut ke arahmu. Ah, tampaknya kau disuruh untuk mengikuti Joshua saja. Kau pun membungkukkan kembali badanmu menghadap Cinder, lalu lanjut mengikuti arahan dari Joshua, kalian berdua pun berjalan menuju dapur dengan membawa belanjaanTak lama kemudian, kalian berdua telah sampai di dapur tersebut.

✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦Keadaan dapurnya… tidak buruk juga. Malahan cukup bersih dan rapiβ€œBaiklah, terserahmu mau ngapain di sini, mau masak apa juga terserah, masaklah sesuatu sesuai dengan apa yang telah kamu beli barusan. Tapi ada suatu syarat dan kondisi, saya tidak mau melihat ada kehancuran di sini. Kalau ada, mungkin saja dirimu akan terkena sebuah hukuman dariku Pfft ahahah, silahkan memasak sesuka hatimu.”Ujar Joshua, lagi-lagi dengan nada riang dan seperti bermain-main denganmu. Kau pun mulai mengeluarkan bahan yang telah kalian beli tadi, menyiapkan peralatan, dan mulai memasak.Joshua dan Phentam mengawasimu dari samping, dan terkadang membantumu sedikit.β—ˆ ━━━━━━━ βΈ™ ━━━━━━━ β—ˆKau mengelap peluh keringat yang ada di pelipismu. Fyuu, akhirnya kau telah selesai memasak makananmu. Meski sempat ada beberapa kendala, namun setidaknya pengalaman memasakmu kali ini cukup berjalan lancar. Kau pun mulai menyajikan makanan yang telah dirimu masak, dan menghidangkannya.Joshua lalu memberikan arahan lagi kepadamu, yaitu dimanakah ruang makan, tempat kalian akan menyantap dan menikmati makan siang kalian, berada. Lokasi ruang makan itu tidaklah jauh dari dapur tempat kalian baru saja memasak. Hanya beberapa langkah saja, telah ada sebuah ruangan dengan meja makan di tengah-tengah.✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦

✦ ════════ βœ₯.❖.βœ₯ ════════ ✦Di meja makan tersebut, hanya hadir 3 orang saja, aneh. Kau akhirnya menyadari sesuatu.’Cinder ada di mana…’ BatinmuKau tidak berani melihat ke arah dua orang itu, berat rasanya untuk bernafas. Tekanan yang kau rasakan benar-benar berbeda. Kau memilih untuk fokus melihat pada makananmu. Entah mengapa, mulutmu tak kunjung bergerak. Ya, kau tidak lanjut mengunyah makanan yang terdapat di dalam mulutmu.Rasanya sedikit awkward dan tidak nyaman. Sedaritadi firasatmu tidak enak, ini terlalu tenang. Seakan-akan ada sesuatu yang akan datang dan melahapmu bila kau tidak berkonsentrasi dengan benar.Dengan seluruh perasaan yang campur aduk, otakmu tak dapat bekerja sejenak, kau linglung dengan keadaanmu sekarang, apa yang sedang kau lakukan? Rasanya kau melupakan sesuatu. Sesuatu yang amat sangat penting, tapi apa?β—ˆ ━━━━━━━ βΈ™ ━━━━━━━ β—ˆTanpa sengaja, kau menjatuhkan pisau kecilmu, dasar ceroboh. Kau pun menundukkan badanmu untuk mengambilnya di bawah mejaPRAANGKau tersentak kaget dengan suara tersebut. Kau menoleh ke sumber suara, ternyata gelasnya Joshua terjatuh, cairan yang terdapat di gelas tersebut ikut tumpah, kau melirik sedikit tumpahan air tersebut dan mengambil kembali pisau kecilmuβ€œHm, wine, tapi warnanya terlalu pekat dan teksturnya lebih kent-?!”Kau langsung menegakkan tubuhmu dan melihat ke arah Joshua.β€œAhhh… tanganku licin sekali” ungkap Joshua dengan nada sedihβ€œMakanya kalau megang gelas dilihat dulu, dasar Pria tua. Sudah om-om tapi tak sadar umur, tch” balas Phentamβ€œAhaha maaf maafβ€¦β€β—ˆ ━━━━━━━ βΈ™ ━━━━━━━ β—ˆKau terdiam menyaksikan obrolan singkat dari dua orang yang berada di hadapanmu itu. Kau menelan makananmu yang tersisa. Sepertinya kau telah menyadari sesuatu yang sedari tadi mengganggu pikiranmu. Kau mengambil piring makananmu, dan bangkit dari tempat dudukmuβ€œSaya duluan.. terima kasih atas waktunya.”Tanpa menunggu tanggapan dari Joshua ataupun Phentam, kau langsung bergegas keluar dari ruang makan dan pergi menuju dapur. Kau menggertakkan gigimu, keringat mengalir dari dahimuβ€œAir apaan itu.. wine? Tapi warnanya beda sekali, dan baunya juga mirip seperti..”Kau menatap ke kulkas yang terletak di sudut ruangan paling ujung. Kau seketika mengingat ucapan Joshua. Kau terdiam sejenak. Ekspresimu berubah menjadi kosong ketika melihat kulkas tersebut.β€œMisi apa ini?..”


π–£₯ Bonus! π–£₯
π–£₯ Memulai Cut Scene π–£₯



π–£₯ Oblation Lunch [Deviation] - [End] π–£₯

β€” Constamauka Phantera Season 2 Episode 1 β€”

To be continued